Senin, 14 Desember 2015

Jalan alternatif

Banyaknya kendaraan dewasa ini "terutama mobil" membuat para penggunanya terpaksa menikmati kemacetan, rasa jenuh dan bosan sesekali di warnai dengan bau hangus kopling truck. kadangkala kita berfikir untuk lewat jalan alternatif yang beresiko entah itu jalannya sempit dan gelap bisa juga rawan kejahatan.
Pernah suatu sa'at di malam hari berada di perumahan citra raya cileungsi, waktu itu ingin pulang ke bandung tapi bingung harus lewat mana?, maka saya putuskan untuk lewat jonggol! Waktu itu sekitar jam 23:30 wib hari jum'at malam sabtu, beberapa kilometer dari cileungsi ramai oleh truck dan kendaraan pribadi kondisi jalan pun masih bagus dan layak pakai menurut saya, di kiri kanan masih di hiasi rumah warga setelah sampai di jonggol tepatnya di pertigaan ada beberapa warung makan dan warung kelontong. Saya berhenti di salah satu warung kelontong memesan kopi dan sebungkus rokok sambil melihat situasi jalan masih ada yang lewat apa tidak, ternyata masih ada yang lewat walau hanya beberapa kendaraan.
Selesai sudah istirarahatnya lalu melanjutkan perjalanan saya sempat bertanya2 kenapa tadi banyak kendaraan yang lewat tapi tidak menemui satu kendaraan pun! Hati pun jadi was-was di buatnya, sempat saya berfikir( jika ada kendala atau seseorang yang memberhentikan saya tidak akan berhenti dengan kata lain ya di terobos itu penghalang) tak terasa sudah sampai di pertigaan cianjur dan ciranjang, di situ ada dua orang entah itu tukang parkir entah siapa? Lalu saya berbelok ke kiri kearah ciranjang sambil memberi uang dua ribu rupiah dalam samar2 dia berkata entah dia berkata apa!, intinya membuat hati saya makin waspada, benar saja hanya saya yang melintas di jalan itu tidak ada kendaraan lain satu pun. Dalam gelap tanpa penerangan jalan di kiri kanan hanya pepohonan karet kendaraan saya pun di pacu dengan kencangnya tapi tetap hati-hati karena banyaknya tikunngan. Alhamdulillah saya ucapkan ternyata sampai juga di ciranjang setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh tapi capeknya lahir batin, perasaan lega melintas di jalan cianjur - bandung saya pun memacu kendaraan dengan santai kira2 60 km/jam.
Itulah pengalaman saya yang tak terlupakan jadi tidak ada salahnya mencoba jalan alternatif ini ( jln transyogi ) jalannya layak pakai tapi minim fasilitas, bagi saya jalan ini aman jika anda tidak mau bermacet macetan di puncak. Waktu tempuh pun singkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar